Hari ini aku tertampar oleh biduk kata-kata,

“Pekerjaanmu adalah sebuah keajaiban yang bisa didapatkan oleh wanita muda professional yang mengandung banyak keberuntungan.

Menghasilkan dan menopang kehidupaan sambil mengitari dunia, menapakkan langkah-langkah kecilmu di tanah-tanah nun jauh di mata, melalui kapal yang membawamu berjam-jam terbang, mecicipi beragam makanan yang kadang asin dan kadang hambar, bertemu orang-orang jauh rupa dari keluarga, dan serentet keberuntungan lain.

Posisi strategis sepertimu biasanya hanya ditempati oleh sanak family pemilik usaha, bukan nona muda sarjana lulusan dua tahun lalu yang bahkan sesaat lupa cita-cita terdalam hidup.

Dan kamu di sini, bercerita menderu-deru menumpahkan isi hati

Mengeluhkan betapa batin bak teriris dan tersiram jeruk nipisTakluk atas nama cinta

Betekuk lutut dan remuk redam atas satu kehilangan satu orang, yang katamu mematahkan hatimu.

You are young, and there is much ahead of you.
You’re so genuine for being this vulnerable, for being at the lowest point of your life, and you’ll do much better after storm passes.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s